:: Sponsored ::


:: Statistic ::


Web Page Counter
Since 25.01.2006
Since 17.Aug.2005

visitor online

:: MP3 Player ::
Tam's MP3 Player
:: Tam's IndoHitz ::
:: Quotation ::
:: Blog Map ::
My Location
:: The Story ::


Kisah Pedati
<$BlogDateHeaderDate$>
Laju mobilku terpaksa melambat, karena di depanku ada pedati (orang setempat menyebutnya cikar) yang ditarik oleh sapi.
Pedati tersebut membawa bambu petung (bambu jenis besar) yang memenuhi isi gerobak, sampai-sampai sang kusir mengendarai laju pedati dikolong sambil berbaring diantara roda-roda, begitulah sulitnya mencari rupiah sehingga melupakan keamanan berkendara.
Pedati itu aku jumpai di kota Mojokerto-Jawa Timur, menurut informasi bambu tersebut akan di kirim ke Ibukota Jawa Timur.
Jauhnya jarak antara Mojokerto – Surabaya bukanlah halangan bagi sang kusir untuk mengais rejeki halal.
"Alon-alon asal kelakon" biar lambat asal sampai tujuan ucap sang kusir.

Di Jakarta tidak seperti di Surabaya, pengiriman bambu biasanya menggunakan getek, caranya bambu-bambu dirakit menjadi getek.

Pemandangan seperti itu bisa disaksikan di kali Ciliwung, yang mengirimkan bambu dari Bogor atau Depok.

Pedati di dunia spiritual; Pedati adalah lambang ahlak yang bertujuan untuk merubah transformasi jiwa, dari yang dikungkung dengan nafsu amarah menjadi berahlak mulia.
Perumpamaannya, pedati itu adalah tubuh manusia, maka nafsu dilambangkan
dengan sapi sebagai pendorongnya.

Sang Kusir adalah lambang akal fikiran yang bertugas untuk mengarahkan ke suatu tujuan, sementara itu hati adalah penumpangnya, yang memiliki tujuan dalam hidup ini. Untuk
menggapai-Nya, maka antara indra, nafsu dan akal perlu bekerja sama yang harmoni.

Ibarat pedati, pelan-pelan akan sampai tujuan, demikian juga perjalanan hidup kita yang pelan-pelan dimakan waktu dan perubahan, kelak tak bisa dipungkiri akan berakhir juga kembali ke hadiratNya.

Antara Sapi (pendorong), dengan Sang Kusir, berikut tumpangannya akan merasakan misi
yang sama - yang satu – yaitu keharmonian.

Dengan mengekang nafsu (amarah), memaksakannya dan mengembalikannya ke batas yang seharusnya, akan menghasilkan sifat : Berani, dermawan, suka menolong, sabar, mengekang nafsu, sabar, penyantun, pemaaf, cerdik, berjiwa besar dan lain-lain.

Sudah banyak alat-alat kosmetik untuk wajah, tapi tidak ada alat kosmetik untuk hati, selayaknya kita perlakukan sama antara hati dengan wajah.
Wajah yang senantiasa dilihat oleh mahluk hidup dan hati yang dilihat oleh Tuhan.
Wajar sekali kalau hati kita sekali-kali dilirik, diberi kosmetik 'milk-cleanser' dengan sifat kedermawanan, pemaaf, dan "heart-tonic" kesabaran dan lain-lain, sehingga bersemayam
kedamaian di sana.

Pedati masih jalan gontai, tapi jalan Mojokerto-Surabaya itu lurus, sehingga sang kusir sambil berbaring tetap menjalankan kendaraanya.
Kendaraan di depan sudah mulai kosong, saatnya aku menyalip menuju Kota Pahlawan. Sopirku, berseloroh katanya biasanya sang kusir juga tiduran, sapi-sapi penarik itu sudah tahu jalan mana yang dituju.

Yang ini kebenarannya aku masih ragu untuk mempercayainya...
posted by .:: me ::. @ 7:03:00 AM  
1 Comments:
  • At 22/5/06 11:33, Anonymous Anonymous said…

    Interesting website with a lot of resources and detailed explanations.
    »

     
Post a Comment
<< Home
 
:: My Profile ::

... m.y.z.t.e.r.i.o.u.z ...
... click my profile ...
... please don't click ...




Join me on Friendster!

Chat 

With Me
:: Wisdom ::

When we succeed, we are thankful. When we fail, we are also thankful.
The happiness and wealth are in the thankful attitude itself.
[Saat sukses kita bersyukur. Saat gagalpun kita bersyukur.
Sesungguhnya kebagiaan dan kekayaan sejati ada pada rasa bersyukur.]"

Love and attention is power! If all us are willing to share love and attention towards people arounds us, then life will be happier and more meaningfull.
(Cinta dan perhatian adalah kekuatan! Jika setiap hari kita mau memberikan cinta dan perhatian kepada orang-orang di sekeliling kita hidup akan lebih bermakna).

Terkadang manusia terlebih dahulu tenggelam dalam keputusasaannya.
Dengan emosinya mereka mengatakan bahwa masalah yang mereka hadapi sangatlah berat.
Sesungguhnya jika mereka yakin dengan usaha mereka, niscaya Tuhan pasti menjawabnya.

Salah satu cara yang paling efektif untuk memperbaiki diri adalah dengan mengingat dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan.
Karena mungkin saja kesempitan yang dialami saat ini adalah buah dari kesalahan masa lalu dan kita belum memohonkan ampun kepada Allah.

The future is not a result of choices among alternative paths offered by the present, but a place that is created – created first in the mind and will, created next in activity.
The future is not some place we are going to, but one we are creating. The paths are not to be found, but made, and the activity of making them, changes both the maker and the destination.[John Schaar].
:: Recent Post ::
:: Archives ::
:: Menu ::
:: LETTO Fans Blog ::
:: NIDJIholic Blog ::

Click Slide Show
:: Friends ::
:: Games ::
:: Powered By ::

BLOGGER
2006, Ver. 4.0, Design by: Tamtomo~ Email: TamtomoMail~ Please Send Your Comment About Our Blog