:: Sponsored ::


:: Statistic ::


Web Page Counter
Since 25.01.2006
Since 17.Aug.2005

visitor online

:: MP3 Player ::
Tam's MP3 Player
:: Tam's IndoHitz ::
:: Quotation ::
:: Blog Map ::
My Location
:: The Story ::


Si Ateis Melawan Si Bijak
<$BlogDateHeaderDate$>
Oleh : Arvan Pradiansyah

Suatu ketika terjadilah perdebatan antara seorang bijak dan seorang ateis. Supaya dapat memberikan manfaat bagi orang banyak, maka disepakatilah suatu hari di mana perdebatan itu akan dilangsungkan di alun-alun kota. Aturan mainnya cukup berat, yakni: siapa yang kalah harus rela dipenggal kepalanya.

Pada hari yang telah ditentukan, si ateis telah siap sejak pagi hari. Karena si bijak belum nampak juga, si ateis memulai pidatonya dengan mengemukakan semua argumennya untuk membuktikan bahwa Tuhan memang tidak ada. Ia pun mengatakan bahwa si bijak tak jadi datang karena takut kalah berdebat dan menghadapi hukuman penggal.

Namun menjelang tengah hari, si bijak hadir dengan tergopoh-gopoh. Ia dimaki oleh si ateis dari atas mimbar, ”Mengapa kamu terlambat?” Orang bijak menjawab, ”Sebetulnya saya sudah berangkat pagi-pagi sekali. Tetapi seperti yang Anda ketahui, antara rumah saya dan tempat ini dihalangi sungai yang sangat besar. Sayangnya, tak ada kendaraan yang dapat menyeberangkan saya. Saya juga tak bisa berenang. Jadi saya menunggu di tepi sungai dan berdoa agar bisa datang tepat pada waktunya. Tiba-tiba saya melihat pecahan-pecahan papan tersebar di seluruh permukaan sungai. Pecahan-pecahan itu kemudian berkumpul satu sama lain dan akhirnya membentuk sebuah perahu, dan saya pun menaikinya.”

Mendengar hal tersebut segera si ateis berteriak, ”Ini sebuah kebohongan yang sangat menggelikan. Mana mungkin pecahan-pecahan papan dapat berkumpul dan membentuk perahu dengan sendirinya?” Orang bijak menjawab, ”Mana mungkin juga seluruh alam semesta ini berkumpul satu sama lain dengan sendirinya dan membentuk seluruh sistem yang sangat menakjubkan? Mana mungkin darah, daging dan tulang dapat berkumpul menjadi kamu?

Sebuah argumen yang luar biasa.
Argumen ini meruntuhkan semua teori si ateis dan membuatnya benar-benar tersudut.

Saya yakin kalau Anda berada dalam posisi si ateis, Anda pun akan langsung mengakui kebenaran kata-kata si bijak.


Labels:

posted by .:: me ::. @ 12:39:00 PM  
1 Comments:
  • At 14/2/10 21:35, Blogger Edy said…

    Hahaha ... kalau kalimat itu membuat si ateis ini tersudut, itu pastilah seorang ateis yang goblok

     
Post a Comment
<< Home
 
:: My Profile ::

... m.y.z.t.e.r.i.o.u.z ...
... click my profile ...
... please don't click ...




Join me on Friendster!

Chat 

With Me
:: Wisdom ::

When we succeed, we are thankful. When we fail, we are also thankful.
The happiness and wealth are in the thankful attitude itself.
[Saat sukses kita bersyukur. Saat gagalpun kita bersyukur.
Sesungguhnya kebagiaan dan kekayaan sejati ada pada rasa bersyukur.]"

Love and attention is power! If all us are willing to share love and attention towards people arounds us, then life will be happier and more meaningfull.
(Cinta dan perhatian adalah kekuatan! Jika setiap hari kita mau memberikan cinta dan perhatian kepada orang-orang di sekeliling kita hidup akan lebih bermakna).

Terkadang manusia terlebih dahulu tenggelam dalam keputusasaannya.
Dengan emosinya mereka mengatakan bahwa masalah yang mereka hadapi sangatlah berat.
Sesungguhnya jika mereka yakin dengan usaha mereka, niscaya Tuhan pasti menjawabnya.

Salah satu cara yang paling efektif untuk memperbaiki diri adalah dengan mengingat dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan.
Karena mungkin saja kesempitan yang dialami saat ini adalah buah dari kesalahan masa lalu dan kita belum memohonkan ampun kepada Allah.

The future is not a result of choices among alternative paths offered by the present, but a place that is created – created first in the mind and will, created next in activity.
The future is not some place we are going to, but one we are creating. The paths are not to be found, but made, and the activity of making them, changes both the maker and the destination.[John Schaar].
:: Recent Post ::
:: Archives ::
:: Menu ::
:: LETTO Fans Blog ::
:: NIDJIholic Blog ::

Click Slide Show
:: Friends ::
:: Games ::
:: Powered By ::

BLOGGER
2006, Ver. 4.0, Design by: Tamtomo~ Email: TamtomoMail~ Please Send Your Comment About Our Blog