:: Sponsored ::


:: Statistic ::


Web Page Counter
Since 25.01.2006
Since 17.Aug.2005

visitor online

:: MP3 Player ::
Tam's MP3 Player
:: Tam's IndoHitz ::
:: Quotation ::
:: Blog Map ::
My Location
:: The Story ::


Hidup Ini Indah
<$BlogDateHeaderDate$>
Dulu, ketika Robin Williams membintangi film Dead Poet Society yang inspiratif itu, dan juga Tom Hanks membintangi film Forrest Gump yang menarik itu, saya fikir tidak akan ada lagi film inspirasi kehidupan yang seinspiratif ini.
Akan tetapi, begitu menyaksikan film dengan judul Life Is Beautiful, lagi-lagi fikiran saya disentak oleh pilosopi kehidupan yang lain dari biasanya.
Bagaimana tidak tersentak, hidup yang senantiasa ditandai oleh siklus naik turun, diikuti oleh mood, emosi dan rasa syukur yang juga naik turun, tiba-tiba saja ada orang yang menikmati baik siklus naik maupun turun kehidupan.

Itulah kira-kira pesan dasar film Life Is Beautiful.

Lebih menyentuh lagi,pesan tadi disampaikan lewat tokoh seorang ayah yang mengajak anaknya untuk selalu melihat sisi menyenangkan dari kehidupan.
Sebagai ayah yang teramat sibuk meniti karir, tiba-tiba saja saya merasa berutang banyak kepada ketiga anak saya.
Sebab, film ini menghadirkan figur seorang ayah yang tidak hanya mencintai anaknya, tetapi senantiasa menyediakan waktu dan tenaga untuk membuat sang anak menikmati dan mensyukuri kehidupan. Hebat bukan ?

Saya memang masih jauh dari kualitas ayah yang sehebat itu, namun amat dan teramat penting untuk senantiasa menikmati dan mensyukuri kehidupan.
Sebab dengan lebih banyak melihat sisi menyenangkan kehidupan, kita tidak saja sedang memproduksi tubuh dan jiwa yang sehat, namun juga menarik kehidupan untuk bergerak ke tempat indah tadi.
Persis seperti film Life Is Beautiful,di mana sang ayah selalu bertutur kalau di akhir permainan anaknya menang akan mendapat hadiah tank, ternyata di luar dugaan sang anak betul-betul naik tank di akhir cerita.

Meminjam argumen David Weeks dan Jamie James dalam artikelnya yang berjudul Secrets of the Super Young di majalah Reader?s Digest, orang-orang yang amat awet muda dalam hidupnya, umumnya datang dari mereka yang selalu melihat kehidupan dalam aspeknya yang menyenangkan.

Coba perhatikan penemuan Weeks dan James setelah melakukan studi ilmiah yang amat intensif selama sepuluh tahun.

Dibandingkan orang kebanyakan, manusia-manusia awet muda memiliki ciri-ciri unik.
Dari memiliki hubungan yang lebih romantis dengan pasangan hidup, bersahabat dengan banyak kalangan, tidur cukup, banyak melakukan perjalanan, sampai dengan memiliki tekanan darah rendah hingga normal.

Yang jelas, fikiran dan cara kita menyimpulkan kehidupan memiliki peran yang tidak kecil dalam hal ini.

Sebut saja hubungan romantis dengan pasangan hidup sebagai faktor pertamanya Weeks dan James.
Ia tentu amat sangat dipengaruhi oleh seberapa bersyukur kita pada rezeki Tuhan yang satu ini.
Orang boleh saja menyebutkan banyak ciri bagi pasangan hidup ideal.
Dari harus mampu jadi teman, kekasih, ibu/bapak, pelacur sampai dengan manajer rumah tangga, namun tanpa kesediaan sengaja untuk menerima secara tulus pasangan hidup kita, kemanapun ia dicari di bawah kaki langit ini, tidak akan kita menemukan kehidupan yang romantis.
Yang ada hanyalah pencaharian yang berulang-ulang, dan sering ditandai oleh kekecewaan dan frustrasi.

Lihat saja pengalaman banyak artis yang sudah bergelimang uang ketika berumur muda. Atau pengalaman orang yang sudah kaya sejak lahir.

Atau juga orang yang hidupnya hanya mencari kenikmatan.
Dalam mencari pasangan hidup, mereka menentukan standar setinggi-tingginga. Makanya, jangan heran kalau rasio kegagalan pernikahan paling banyak datang dari segmen masyarakat ini.
Demikian juga frustrasi hidup.

Kembali ke cerita awal tentang hidup ini yang indah, saya amat terusik dengan pilosopi hidup seorang ayah dalam film Life Is Beautiful.

Yang mengabdikan hampir seluruh hidupnya untuk melihat aspek menyenangkan dari hidup dan kehidupan.
Pertanyaan yang muncul berulang-ulang setelah menonton film ini, bisakah kita hidup stabil menyenangkan dalam siklus hidup yang mengenal gelombang ?

Saya pribadi memang belum menjawab positif maupun negatif terhadap pertanyaan ini.

Namun, bukankah misi hidup adalah mendidik sang aku ?
Bukankah ukurannya tidak apa yang kita capai, melainkan seberapa banyak kita berhasil memperbaiki sang aku lewat perjalanan waktu ?

Kalau ini ukurannya, maka saya tidak menyandang iri yang dalam ke film indah di atas. Demikian juga dengan Anda saya kira.

Anda dan saya sama-sama menyandang kelemahan dan kekurangan.
Namun seberapa negatifpun kekurangan kita, Tuhan masih memberikan kesempatan ke kita untuk mulai belajar melihat aspek menyenangkan dari kehidupan.

Coba perhatikan sekeliling Anda.
Sebenarnya ada banyak sekali sumber yang membuat hidup ini indah dan menyenangkan.
Ketika tulisan ini saya buat, burung gereja sedang ribut-ributnya memakan nasi yang diletakkan di pinggir kali, gemercik air kali berbunyi tidak henti-hentinya, anak saya yang terkecil yang baru berumur tiga tahun tidak henti-hentinya meminta ikut menekan key board komputer, bunga teratai sedang mengembang secara amat indahnya, demikian juga dengan bunga kamboja.

Anda boleh menyimpulkan lingkungan seperti ini dengan kesimpulan apapun, namun belajar dari film Life is Beautiful saya sedang mendidik diri untuk melihat hidup ini secara menyenangkan.

Terserah Anda !

(Sumber: Gede Prama)
posted by .:: me ::. @ 5:18:00 AM  
1 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
:: My Profile ::

... m.y.z.t.e.r.i.o.u.z ...
... click my profile ...
... please don't click ...




Join me on Friendster!

Chat 

With Me
:: Wisdom ::

When we succeed, we are thankful. When we fail, we are also thankful.
The happiness and wealth are in the thankful attitude itself.
[Saat sukses kita bersyukur. Saat gagalpun kita bersyukur.
Sesungguhnya kebagiaan dan kekayaan sejati ada pada rasa bersyukur.]"

Love and attention is power! If all us are willing to share love and attention towards people arounds us, then life will be happier and more meaningfull.
(Cinta dan perhatian adalah kekuatan! Jika setiap hari kita mau memberikan cinta dan perhatian kepada orang-orang di sekeliling kita hidup akan lebih bermakna).

Terkadang manusia terlebih dahulu tenggelam dalam keputusasaannya.
Dengan emosinya mereka mengatakan bahwa masalah yang mereka hadapi sangatlah berat.
Sesungguhnya jika mereka yakin dengan usaha mereka, niscaya Tuhan pasti menjawabnya.

Salah satu cara yang paling efektif untuk memperbaiki diri adalah dengan mengingat dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan.
Karena mungkin saja kesempitan yang dialami saat ini adalah buah dari kesalahan masa lalu dan kita belum memohonkan ampun kepada Allah.

The future is not a result of choices among alternative paths offered by the present, but a place that is created – created first in the mind and will, created next in activity.
The future is not some place we are going to, but one we are creating. The paths are not to be found, but made, and the activity of making them, changes both the maker and the destination.[John Schaar].
:: Recent Post ::
:: Archives ::
:: Menu ::
:: LETTO Fans Blog ::
:: NIDJIholic Blog ::

Click Slide Show
:: Friends ::
:: Games ::
:: Powered By ::

BLOGGER
2006, Ver. 4.0, Design by: Tamtomo~ Email: TamtomoMail~ Please Send Your Comment About Our Blog