:: Sponsored ::


:: Statistic ::


Web Page Counter
Since 25.01.2006
Since 17.Aug.2005

visitor online

:: MP3 Player ::
Tam's MP3 Player
:: Tam's IndoHitz ::
:: Quotation ::
:: Blog Map ::
My Location
:: The Story ::


Arti Memiliki (Gede Prama)
<$BlogDateHeaderDate$>
Relationship itu suatu hal yang mengesankan dan 'harus dipertahankan' jika memang udah sepadan.

Seperti kata kata berikut:


Cinta tak pernah akan begitu indah, jika tanpa persahabatan.....
yang satu selalu menjadi penyebab yang lain dan prosesnya...
adalah irreversible......
Seorang pecinta yang terbaik adalah sahabat yang terhebat.
Jika kamu mencintai seseorang, jangan berharap bahwa seseorang itu akan mencintai kamu persis sebaliknya dalam kapasitas yang sama.
Satu diantara kalian akan memberikan lebih, yang lain akan dirasa kurang...........
Begitu juga dalam cinta: kamu yang mencari, dan yang lain akan menanti......

Jangan pernah takut untuk jatuh cinta....
mungkin akan begitu menyakitkan, dan mungkin akan menyebabkan kamu sakit dan menderita.....
tapi jika kamu tidak mengikuti kata hati, pada akhirnya kamu akan menangis.......
jauh lebih pedih...
karena saat itu kamu menyadari bahwa kamu tidak pernah memberi cinta itu sebuah jalan.

Cinta bukan sekedar perasaan, tapi sebuah komitmen....
Perasaan bisa datang dan pergi begitu saja......
Cinta tak harus berakhir bahagia.....
karena cinta tidak harus berakhir.....
Cinta sejati mendengar apa yang tidak dikatakan....
dan mengerti apa yang tidak dijelaskan, sebab cinta tidak datang dari bibir dan lidah atau pikiran.........
melainkan dari HATI.

Ketika kamu mencintai, jangan mengharapkan apapun sebagai imbalan, karena jika kamu demikian, kamu bukan mencintai, melainkan.....investasi.

Jika kamu mencintai, kamu harus siap untuk menerima penderitaan.
Karena jika kamu mengharap kebahagiaan, kamu bukan mencintai....melainkan memanfaatkan.

Lebih baik kehilangan harga diri dan egomu bersama seseorang yang kamu cintai dari pada kehilangan seseorang yang kamu cintai, karena egomu yang tak berguna itu........

Jangan mencintai seseorang seperti bunga,karena bunga mati kala musim berganti, cintailah mereka seperti sungai, sebab sungai mengalir selamanya......

Cinta mungkin akan meninggalkan hatimu bagaikan kepingan-kepingan kaca, tapi tancapkan dalam pikiranmu, bahwa Ada seseorang yang akan bersedia untuk menambal lukamu dengan mengumpulkan kembali pecahan-pecahan kaca itu.....
Sehingga kamu akan menjadi utuh kembali.

Berjuanglah hingga dapat cinta sejati....!!!!!!


posted by .:: me ::. @ 6:09:00 PM   1 comments

HONESTY, Is Such A Lonely Word
<$BlogDateHeaderDate$>
Kejujuran hanya menyakitkan bagi dia yang telah mengabaikannya.
Dalam perkumpulan-perkumpulan yang tulus dan ikhlas, Anda bisa merasakan keharuan atau kegelisahan - sesuai dengan tingkat pengabaian Anda terhadap kejujuran.


Bila Anda telah membiasakan diri dengan jalan-jalan yang tulus dan ikhlas, Anda akan berbahagia menemukan diri Anda berada dalam pergaulan yang jujur.
Tetapi bagi dia yang telah mengabaikan kejujuran - ada perasaan terbuang dan terendahkan yang menggeliat di dadanya.
Bila kebaikan masih kuat di hatinya, dia akan mendekat dan memandikan dirinya dengan air sejuk ketulusan dan keikhlasan yang sebetulnya telah lama dirindukannya.

Tetapi bila hatinya telah kaku dengan kerak penistaan atas kebutuhannya untuk menjadi pribadi yang mulia, dia akan menyingkir dengan upaya keras untuk melupakan kebaikan yang telah membuatnya gelisah.

Kejujuran adalah citra terbaik.
Mulai hari ini, perhatikanlah bahwa yang sebetulnya kita hormati adalah orang jujur yang pandai, bukan orang pandai yang jujur. Karena, hormat kita akan hilang bila terbukti seorang yang pandai itu - tidak jujur. Tetapi, kekurangan apa pun pada pribadiyang jujur - tidak akan menghapus hormat kita kepadanya, apalagi bila dia memiliki kelebihan yang penting bagi kebaikan orang lain. Yang menghormati orang kaya yang tidak jujur - selalu adalah orang yang mengharapkan pembagian dari harta yang tidak jujur itu. Tetapi, orang miskin yang jujur, bahkan juga - yang kaya dan jujur - selalu menerima aliran doa dari hati yang tak terhitung jumlahnya.

Setiap hari, kita dihadapkan pada pilihan untuk mengutamakan kemampuan yang terhormat atau kekayaan yang cacat.
Untuk yang muda dan untuk anak-anak kita, pastikanlah bahwa Anda mempengaruhkan pemilihan jalan-jalan kemampuan yang terhormat, karena di sanalah tersedia kekayaan-kekayaan yang utuh.
Mudah sekali bagi sebagian dari kita untuk mengutamakan kekayaan yang catat, karena mereka tidak sabar.
Bila ada harta yang bisa dicapai dengan ketidak-jujuran, itu berarti bahwa sebenarnya ada harta yang juga bisa dicapai dengan kebaikan, bila saja kita mau bersabar.
Maka, bersabarlah. Karena mungkin, lambatnya kedatangan harta yang baik itu - adalah sebenarnya pemisah antara kita yang baik dan mereka yang mencacatkan dirinya sendiri.
Hati yang jernih bisa mengerti bahwa kemampuan yang terhormat adalah sumber dari kekayaan yang mengharukan.

Perasaan damai bersama diri sendiri datang dari kejujuran kepada diri sendiri.
Tidak sedikit orang yang hidup dalam pengingkaran terhadap kerinduan asli hati mereka - mengenai keleluasaan dan kebesaran hidup yang sebetulnya mereka inginkan.
Lalu, dalam upaya untuk menenangkan diri, mereka bernegosiasi dengan hati mereka sendiri - dengan harapan bahwa mereka bisa membuat hati mereka sendiri lupa mengenai hak atas keberhasilan mereka.
Anehnya, bila orang lain berupaya dengan tulus menyatakan bahwa keberhasilan mereka adalah berkat ijin dari Yang Maha Mengabulkan; mereka yang tidak jujur kepada diri sendiri itu – justru sibuk mencari penjelasan mengapa kelemahan mereka, kelambatan mereka, dan bahkan kegagalan mereka adalah hal-hal yang dipaksakan atas mereka oleh - entah apa - yang berada di luar diri mereka.

Hormat kepada diri sendiri adalah pembentuk keberanian pribadi yang sebenarnya.
Orang yang tidak jujur – ternyata - juga tidak menghormati orang yang tidak jujur.
Itu sebabnya, berhati-hatilah dalam berbicara dengan diriAnda sendiri - karena ia mungkin bisa salah mengerti.
Hati yang merasa terperdaya akan menjadi suara pertama yang meragukan kesungguhan kesungguhan Anda.
Dan bahkan saat Anda berupaya memberanikan diri, hati Anda bisa berlari tanpa malu berlindung di balik pemaafan diri, dan membiarkan badan Anda kosong dan bergaung dalam menghadapi kesulitan.
Tidak ada orang yang bisa disebut berani bila hatinya menolak berdiri bersamanya.

Hati yang jujur menghasilkan tindakan-tindakan yang jujur.
Hati Anda tidak mungkin mengharapkan selain kekayaan yang dalam keutuhannya tercerminkan senyum dari Yang Maha Kuasa. Karena, mengharapkan keuntungan yang tidak jujur, adalah awal dari kerugian.


(Sumber: Mario Teguh -SUPERTALK RamakoFM- edisi Jumat 21 April 2006)

posted by .:: me ::. @ 12:46:00 PM   0 comments

Cara Berbahagia
<$BlogDateHeaderDate$>
Jiwa yang sejahtera menggambarkan seberapa positif seseorang menghayati dan menjalani fungsi-fungsipsikologisnya. Peneliti psycho-logical well-being, Ryff (1995) menyatakan, seseorang yang jiwanya sejahtera apabila ia tidak sekadar bebas dari tekanan atau masalah mental yang lain.
Lebih dari itu, ia juga memiliki penilaian positif terhadap dirinya dan mampu bertindak secara otonomi, serta tidak mudah hanyut oleh pengaruh lingkungan

ADAKAH manusia yang tak ingin bahagia? Andaikan pun ada, pasti sangat sulit ditemukan.
Bahkan, ketika menyaksikan sepenggal kisah kehidupan manusia dalam film yang notabene sengaja dibuat, penonton berharap-harap pada suatu happy ending, yakni akhir cerita bahagia.
Sebagian orang menganggap kebahagiaan bersifat relatif, sehingga ukuran bahagia bagi setiap orang berbeda satu sama lain.
Kebutuhan uang mendorong orang bertekun mencari dan memperolehnya.
Berbagai cara pun ditempuh, termasuk korupsi.
Setelah memenuhi seluruh kebutuhannya, dapatkah yang bersangkutan disebut bahagia?

Bayangkanlah suatu keadaan saat Anda tidak dipenuhi berbagai tugas, kewajiban, dan tanggung jawab.
Tidak ada tagihan-tagihan, tidak ada rencana berlibur atau membeli sesuatu yang cukup mahal, tidak ada tenggat yang mengejar.
Juga tidak ada jadwal rapat yang padat atau deretan daftar janji, dan sebagainya.
Apabila dibandingkan dengan keadaan ketika semua itu memenuhi keseharian Anda, manakah yang paling membahagiakan?
Wajar jika Anda kesulitan menentukan pilihan. Sebab bahagia itu relatif dan tidak terukur.

Bahagia dan Puas
Sebelum menemukan cara berbahagia, ada baiknya menyamakan paradigma bahagia terlebih dahulu.
Keadaan bahagia sering kali diasosiasikan dengan puas. Kendati kedua hal itu memiliki ukuran yang sangat berbeda.
Tak jarang orang menyatakan dirinya berbahagia pada saat ia merasa puas telah memperoleh apa yang diinginkannya.
Bahagia yang dimaknai sebagai kepuasan memang bersifat relatif.
Puas bagi seseorang belum tentu dapat diukurkan bagi orang lain.
Ada yang sudah puas memiliki sepuluh keping, tapi yang lain belum.
Sebaliknya, bahagia yang sejati justru dapat diterima oleh semua orang.
Indikasi kunci dari perasaan bahagia adalah kesejahteraan psikis (psychological well-being).

Jiwa yang sejahtera menggambarkan seberapa positif seseorang menghayati dan menjalani fungsi-fungsi psikologisnya.
Peneliti psychological well-being, Ryff (1995) menyatakan, seseorang yang jiwanya sejahtera apabila ia tidak sekadar bebas dari tekanan atau masalah mental yang lain.
Lebih dari itu, ia juga memiliki penilaian positif terhadap dirinya dan mampu bertindak secara otonomi, serta tidak mudah hanyut oleh pengaruh lingkungan.
Tentu saja orang tersebut memiliki hubungan yang positif dengan orang lain, menyadari bahwa hidupnya bermakna dan bertujuan.
Ia merasakan dirinya tetap berkembang dan bertumbuh, serta mampu menguasai lingkungannya.

Kebahagiaan seseorang mempengaruhi sekelilingnya secara positif karena orang yang bahagia memancarkan energi positif.
Sedangkan puas tidak mempunyai makna sedalam itu.
Sebab perasaan puas lekas surut, kemudian muncul kembali tuntutan pemuasan terhadap rasa tidak puas yang lain.
Begitu seterusnya, lingkaran puas-tidak puas itu berputar.
Puas berarti terpenuhinya kebutuhan pada level tertentu, padahal kebutuhan manusia terus meningkat, sehingga puas tidak pernah benar-benar tercapai.

Puas berorientasi pada hasil, sedangkan bahagia adalah proses mengisi hidup secara bermakna.
Bahagia mengandung makna kenikmatan tertinggi, dibandingkan dengan puas yang cenderung berupa kenikmatan temporer dan fluktuatif.
Ambil contoh perilaku makan. Hal biasa yang dilakukan orang terkait kebutuhan primer.
Ketika merasa lapar, orang segera menyantap makanan yang tersedia dengan lahap, lalu merasa kenyang.
Nikmat dan nyaman sesaat terlepas dari lapar merupakan satu bentuk kepuasan.

Berbeda ketika pertama-tama orang mensyukuri makanan yang terhidang di hadapannya.
Selanjutnya ia mulai mengunyah perlahan-lahan, sembari merasakan sensasi dari setiap rasa yang menyentuh rongga mulut, lidah, tenggorokan, bahkan seolah-olah merasakan perjalanan makanan di ruang lambung.
Kenikmatan menyentuh seluruh indra hingga ke perasaan, sehingga setiap kali memperoleh makanan, orang ingin mengulang sensasi tersebut.
Cara ini mengubah makna makan lebih dari sekadar mengisi perut dan merasa kenyang.

Nikmatnya tidak terletak pada variasi menu makanan, rasa atau banyaknya makanan yang tersedia.
Namun lebih pada saat berlangsungnya proses makan itu sendiri.
Cara menyantap dan menikmati sensasi di seluruh raga dan rasa, menghadirkan perasaan puncak yang tak tertandingi.
Bahkan, oleh harga makanan maupun rasa kenyang. Demikianlah kira-kira keadaan ini beranalogi dengan bahagia.

Kebahagiaan dapat mempengaruhi lingkungan.
Pernahkah kita yang sedang tidak lapar tiba-tiba tergiur untuk menikmati makanan yang tengah disantap seseorang di dekat kita?
Sebabnya bukan karena kita tahu makanan itu enak atau mengenyangkan, tapi orang yang sedang makan itu tampak sangat menikmati.
Rasa kenyang seseorang tidak dapat dinikmati orang lain.
Namun kenikmatan yang tertangkap pada orang yang bersantap menggugah orang-orang di sekelilingnya.

Meraih Bahagia
Cara berbahagia adalah upaya meraih kebahagiaan.
Bahagia berarti mencapai kesejahteraan psikis pada setiap kondisi dan situasi.
Hidup tidak hanya hitam dan putih, namun dipenuhi beragam warna.
Berbagai situasi dan kondisi hidup, entah itu senang, susah, biasa-biasa, rutin, monoton, semua harus bisa dan berani dihadapi.
Berpijak pada uraian-uraian sebelumnya, paradigma, dan pemahaman bahagia, merupakan langkah untuk memiliki bahagia.

Pertama, bahagia bukan tujuan, tapi proses.
Adalah sia-sia jika seseorang menempatkan bahagia di ujung harapan, lalu berangan menggapainya.
Upaya ini rentan mendekatkan manusia pada kondisi depresi.
Bahagia ada di dalam proses hidup, apa pun tujuan kepuasan yang ingin dicapai.
Dengan menikmati setiap gulir waktu, peristiwa, persoalan, pemecahan masalah, maka bahagia dengan sendirinya telah dimiliki.
Pada saat orang mampu memberi makna positif pada setiap detail kehidupannya, maka ia memiliki bahagia.
Makna positif itu adalah membiarkan seluruh diri melebur di dalam waktu.
Melepaskan kecemasan dan ketakutan, membebaskan pikiran dari upaya-upaya pembelaan diri yang kaku.
Merasakan denyut nadi, detak jantung, dan aliran darah, secara alamiah, hingga melonggarkan manusia dari pola-pola tidak sehat.
Menyerahkan jiwa sepenuhnya pada proses kehidupan yang tengah bergulir atau dengan kata lain pasrah.

Kedua, bahagia memiliki kekuatan resonansi.
Kebahagiaan yang dimiliki seseorang akan dapat menggetarkan sekelilingnya, sehingga orang lain turut merasakannya dan memiliki bahagia.
Cara kita menikmati proses demi proses kehidupan adalah inspirasi bagi orang lain.
Berbuat sesuatu yang inspiratif seharusnya jauh dari perbuatan buruk, melanggar norma ataupun merugikan orang lain.
Menginspirasikan nilai hidup positif bagi orang lain adalah kebahagiaan.
Apabila kebahagiaan seseorang menimbulkan prasangka buruk di dalam lingkungannya tentu saja nilai kepuasan akan hilang.
Namun proses yang dibiarkan mengalir didasari niat tulus dan jiwa tenang beralaskan prinsip adalah bahagia yang menetap, waktulah yang bertugas menjawabnya.

Ketiga, keadaan bahagia bukannya tanpa kesulitan hidup.
Keliru besar jika seseorang ingin memiliki bahagia dengan cara menjauhi masalah-masalah kehidupan.
Justru kebahagiaan menyusup, ketika dengan berani, pribadi matang, pengendalian diri, dan dengan bijak, orang menghadapi persoalan hidup. Barangkali ada yang bertanya, bagaimana mungkin saya berbahagia pada saat orang yang sangat saya kasihi pergi meninggalkan saya untuk selama-lamanya?
Kenapa tidak mungkin? Ketika Anda menangis, bersedih, meratap, pasti Anda tahu bahwa ada kondisi kebalikannya.
Menyadari betapa beruntungnya Anda pernah memiliki saat-saat indah bersamanya, merupakan proses bahwa Anda bahagia memiliki semua, baik di saat senang maupun saat susah.

Keempat, materi bukan ukuran kebahagiaan.
Jika bahagia semata materi, maka depresi pun mengintai jiwa manusia.
Orang akan terjebak pada lingkaran puas-tidak puas.
Bahagia adalah perasaan cinta yang dibiasakan dan dipilih setiap orang, sehingga mencari cara untuk berbahagia dengan memiliki seluruh dunia adalah sia-sia.
Bahagia bukan hal yang relatif, namun adalah karakter yang dibangun dari kebiasaan orang dalam proses mengisi hidup agar sungguh-sungguh bermakna.
Menikmati hidup dengan tidak memusatkannya pada situasi dan kondisi yang baik atau buruk.
Setiap orang bebas memilih untuk mau berbahagia atau tidak.
Apabila orang sungguh-sungguh ingin berbahagia maka ia tahu bahagia sudah dimilikinya.
posted by .:: me ::. @ 5:55:00 PM   1 comments

Belajar Menerima Kekalahan
<$BlogDateHeaderDate$>
Dalam perjalanan hidup manusia tak akan pernah luput dari kekalahan dan kemenangan. Kekalahan kemenangan ini jangan hanya diartikan sempit terjadi dalam suatu kompetisi atau pertandingan saja, tetapi banyak hal di dalam kehidupan ini dapat diartikan sebagai kekalahan dan kemenangan diri.

Saat kita berhasil lulus kuliah dengan nilai yang baik, kita akan sangat merasa bahagia karena kita pasti akan merasa waktu 4 tahun belajar tidak sia-sia belaka, kita berhasil, kita menang melawan nafsu-nafsu untuk akhirnya mendapatkan nilai yang bagus.
Kemenangan diri bisa diartikan kesukseksan yang bisa kita capai.

Lawan dari kemenangan, adalah hal yang terkadang sulit kita terima, yaitu kekalahan. Kekalahan sangat menyakitkan apabila kita sangat berharap dan tidak mendapatkannya, terlebih bila tidak disertai perasaan untuk menerima kekalahan tersebut.

Banyak orang merasa gagal dan tidak memiliki semangat hidup lagi saat menerima kekalahan tersebut. Bahkan terkadang kekalahan ini membawa emosi jiwa yang berlarut-larut dan akhirnya membawa kita dalam keadaan depresi dan merasa sangat tidak berguna.

Frustasi karena putus cinta juga merupakan suatu kekalahan diri, apabila kita tidak bisa menerima kenyataan tersebut.
Kita berharap suatu keadaan bahagia bersama pasangan, kita menerima perasaan cinta pasangan kita, dan suatu hari kita harus sadar kita sudah tidak bersama dia, bahwa dia bukan jodoh kita.
Rasanya kenyataan ini begitu pahit, kita tidak bisa menerima kenyataan, dan kita terus dihantui rasa sedih. Bukankan ini berarti kita kalah untuk melawan rasa frustasi tersebut, apabila dibiarkan berlarut-larut?

Dalam kekalahan, bukan selalu berarti kita kalah, kita masih bisa menang, kita masih bisa mencapai keadaan yang kita harapkan, tetapi hal utama bangkit dari kekalahan adalah tekad dan kemauan dalam diri kita, dan juga kerelaan menerima kenyataan bahwa yang kita harapkan tidak selamanya bisa menjadi kenyataan. Inilah dinamika kehidupan. Inilah perjalanan hidup manusia, dimana terkadang kekalahan itu juga memiliki makna yang dalam. Dengan kekalahan, kita diterpa untuk berusaha. Dengan kekalahan, kita dipaksa untuk membuka mata kita terhadap kemenangan orang. Dengan kekalahan, kita belajar untuk menerima dan bersikap rendah hati. Dengan kekalahan, kita diharapkan bangkit. Dengan kekalahan, kita bisa menatap hal-hal indah di sekitar kita.

Hidup ini begitu indah, banyak waktu yang terbuang apabila hanya kekalahan dan kegagalan saja yang dipikirkan. Banyak hal dalam hidup ini yang masih bisa kita capai. Mentari yang akan datang, pasti akan bersinar lebih indah bila kita tatap dengan semangat baru untuk bangkit dari kekalahan ini.

posted by .:: me ::. @ 12:38:00 PM   1 comments

Leadership Action Triggers
<$BlogDateHeaderDate$>
Kualitas pertama dan yang paling penting dari sebuah tindakan adalah pelaksanaannya, baru kemudian ketepatan tindakannya, kemudian kemudahan melakukannya, kemudian ketepatan biayanya, dan kemudian yang terakhir adalah keindahan dari pelaksanaan dari tindakan itu.
Tetapi para ahli menunda tindakan itu ada di mana-mana.
Dan karena tidak melakukan yang seharusnya mereka lakukan, mereka jadinya -harus melakukan yang seharusnya tidak mereka lakukan.
Itu sebabnya banyak orang yang terlambat mencapai yang telah lama dicapai oleh orang lain.
Sebetulnya, setiap orang di antara kita adalah pribadi yang super cepat bertindak-bila dia bertemu dengan sesuatu atau keadaan yang mewajibkannya untuk bertindak tanpa sempat memikirkan penundaan.

Peluang
Reaksi cepat seorang pemimpin yang bertindak saat sebuah peluang hadir, bisa saja datang dari penantian yang cukup melelahkan, atau dari kekhawatiran bahwa kesempatan yang sama mungkin tidak akan tersedia lagi, atau bila peluang ini tidak diambilnya, orang lain akan memanfaatkannya.
Bila kita tidak terlatih untuk berpikir cepat dalam menimbang resiko dan nilai dari keuntungan dalam bertindak cepat - pada awal terbukanya sebuah peluang; kita akan sering terperangkap dalam keharusan untuk segera meninggalkan sebuah pekerjaan, membayar biaya dari ketergesaan itu, sambil memusatkan perhatian kepada kemungkinan peluang berikutnya.

Masalah
Ada pemimpin usaha yang hanya akan bertindak - bila dia sudah mengetahui adanya sebuah masalah.
Pada detik dia mengetahui masalah itu - karena tidak sengaja, atau karena sebuah proses formal; dia segera meledak dengan tindakan-tindakan drastis yang sering juga sangat emosional.
Segala sesuatu ingin dilakukannya, semua harus selesai kemarin, dan dia menyalahkan semua orang - kecuali dirinya.
Namun, semua orang yang mengenalnya, juga mengenali bahwa semua kegentingan itu akan segera berlalu, karena sang pemimpin akan segera santai kembali - karena sudah membiasa dan mulai lupa dengan pengetahuannya mengenai masalah-masalah bisnisnya.
Bila dia ingat - dia panik. Bila dia lupa - dia santai.
Sampai suatu saat dia akan sangat ingat - yaitu saat pemilik perusahaan menggantikannya dengan seseorang yang memiliki peledak tindakan yang lebih sensitif.

Ancaman
Peledak yang satu ini adalah peningkatan kelas dari masalah.
Masalah-masalah kecil yang tidak terselesaikan, akan tumbuh menjadi kenyataan yang membahayakan dan itu lah yang kita sebut sebagai ancaman.
Sehingga, bila kita semua lebih berbakat untuk menunda penyelesaian masalah, sebetulnya kita semua ini sedang membesarkan ancaman-ancaman bagi diri kita dan tugas-tugas kepemimpinan kita.
Seorang pemimpin yang berkelas tidak membiarkan dirinya diancam oleh apa pun untuk memutuskan dan melakukan yang benar, apa lagi oleh ancaman yang datang dari kelemahannya dalam bertindak.

Rencana
Anda yang berencana baik dan besar - seharusnya mudah untuk membuat diri Anda mendahulukan yang harus didahulukan, melakukan dengan cara yang seharusnya, dan pada saat Anda harus melakukannya.
Bila Anda telah memiliki rencana, tetapi rencana itu tidak membuat Anda
terbebaskan dari kecenderungan untuk menunda dan mendahulukan yang menyenangkan saja - itu berarti bahwa Anda harus mengganti rencana Anda, atau mengganti sikap Anda.
Bila Anda tidak dapat menggantikan kedua hal itu, akan datang suatu saat di mana Anda lah yang akan digantikan - dengan pribadi yang mudah meledak karena rencana-rencananya. Ingat lah, walau pun organisasi yang Anda pimpin itu berukuran besar dan berjangkauan luas - sifat dari kepemimpinan Anda adalah tetap kepemimpinan pribadi.

Impian
Sebetulnya impian adalah juga sebuah rencana - hanya saja kita tidak mampu menjelaskan mengapa hati ini demikian terpukau-pikat kepada keindahan dari pembayangan keadaan di masa depan itu.
Bila impian Anda tidak menggerakkan Anda untuk melakukan pekerjaan Anda dengan sungguh-sungguh - walau pun Anda tidak yakin pasti bahwa yang Anda lakukan akan menuntun Anda kepada impian Anda; makaAnda tidak sedang bermimpi.
Ingat lah, bahwa hanya dia yang kesibukannya disemangati oleh impiannya
yang bisa hidup dalam kesadaran kehidupan impian.

Tugas
Peledak tindakan kepemimpinan yang tertinggi adalah keikhlasan menerima tugas sebagai pemimpin untuk mendatangkan perbedaan yang berarti bagi organisasi yang kita pimpin, bagi pelanggan yang kita layani, dan bagi semua yang berkepentingan atas kebaikan yang kita hasilkan.
Bila Anda melihat ada sesuatu yang seharusnya dilakukan untuk kebaikan organisasi dan bisnis Anda -jangan lah Anda menunggu sampai Anda menjadi pejabat; segera lakukanlah yang harus Anda lakukan.
Melakukan yang baik tanpa harus diperintahkan adalah tanda kualitas
kepemimpinan yang sebenarnya.

(Sumber: Mario Teguh)

Labels:

posted by .:: me ::. @ 11:38:00 AM   0 comments

5 dimensi EQ (Emotional Intellegence Quotation)
<$BlogDateHeaderDate$>
Bahagiakah Anda? Jika Anda belum tahu jawabannya atau jangan-jangan Anda malah benar-benar tidak bahagia cobalah lakukan 25 tip mudah dan praktis berikut ini.
Setelah menerapkannya, lihatlah hasilnya. Anda akan merasa sangat bahagia.

Kalau kita bertanya pada beberapa orang tentang "Apa arti bahagia bagimu?" maka jawabannya beragam.
Tetapi satu hal yang pasti sama, yaitu setiap orang ingin hidup bahagia.
Meraih kebahagiaan dalam hidup pastilah menjadi impian kita.
Lalu, bagaimana caranya untuk bisa mencapai hidup bahagia?
Tidak ada resep tertentu yang paling ampuh.
Banyak cara bisa dilakukan dan banyak jalan bisa ditempuh.

Saya pernah membaca ungkapan menarik, "Kebahagiaan merupakan pilihan yang membutuhkan usaha".
Ungkapan lain yang rasanya bisa saya sambungkan untuk melanjutkan dan memperdalam arti kalimat tersebut adalah "Usaha memang tidak selalu mendatangkan kebahagiaan, tetapi tidak ada kebahagiaan tanpa usaha".

Memang, kebahagiaan itu tidak akan datang dengan sendirinya jika kita tidak mengusahakannya.
Dan mengapa disebut pilihan? Karena kebahagiaan datang dari dalam diri kita sendiri, sehingga kita sendirilah yang bisa memilih yaitu memilih untuk merasa bahagia atau memilih untuk merasa biasa-biasa saja, atau bahkan memilih untuk merasa tidak bahagia.

Berikut 25 tips meraih hidup bahagia yang dapat kita usahakan sendiri (tentu saja kerja sama dengan orang lain, terutama pasangan, akan membuat usaha ini terasa lebih ringan).
Tip ini terinspirasi dari 5 dimensi dan 25 kompetensi Emotional Quotient yang dicetuskan Daniel Goleman:

*Self-awareness (mengenali diri sendiri)*
Kemampuan mengenali diri sendiri membuat kita lebih percaya diri karena kita mengetahui siapa kita sebenarnya.

1. Kenali emosi-emosi di dalam diri sendiri
Usahakan mengenali sebanyak mungkin jenis emosidi di dalam diri kita.
Kemudian coba kenali tanda-tandanya bila kita sedang mengalaminya, misalnya emosi senang, bahagia, marah, kecewa, sedih, curiga.
Semakin banyak jenis emosi kita sendiri yang kita kenali, akan semakin membantu kita mengelolanya.

2. Kenali kekuatan dan keterbatasan diri kita
Mungkin pengaruh budaya timur yang mengajarkan agar kita rendah hati, membuat kita tidak berani mengemukakan kelebihan atau kekuatan diri.
Kadang malah membuat kita rendah diri, bukan lagi rendah hati.
Kita hanya terfokus pada keterbatasan dan kekurangan kita, tanpa mencoba melihat kelebihan dan kekurangan diri kita.
Kita enggan mengakui kekuatan-kekuatan kita sendiri, karena takut dianggap sombong. Sebenarnya, yang terpenting adalah keseimbangan dalam melihat dan menerika diri kita, bahwa selain keterbatasan pastilah kita punya kekuatan atau kelebihan.

3. Kenali hal-hal yang kita sukai dan tidak kita sukai
Hal-hal yang kita sukai dapat membantu untuk mengembangkan minat kita, sedangkan yang tidak kita sukai dapat membantu kita menghindari ketidaknyamanan yang mungkin timbul yang pada akhirnya menyebabkan ketidakbahagiaan.

4. Kembangkan keyakinan akan kemampuan diri sendiri
Dengan memiliki kemampuan kita, kita bisa mengembangkan sikap menghargai diri sendiri, yang juga sangat penting untuk mencapai hidup bahagia.

5 Latihlah dan pertajam intuisi
Intuisi atau suara hati dapat menjadi alat bantu kita bila kita berada dalam situasi tidak menentu, sehingga kita dapat mengambil keputusan yang tepat.
Dengan pengenalan diri yang baik, maka intuisi dapat berkembang baik pula.

*Self-management (kemampuan mengelola keadaan dalam diri serta mengolah sumber daya sendiri)*
Setelah mengenal siapa diri kita, kita perlu mempersenjatai diri dengan manajemen diri yang baik

6. Kelola emosi
Hallain yang mempermudah kita meraih hidup bahagia adalah kemampuan mengelola emosi di dalam diri kita, termasuk emosi negatif dan dorongan negatif.
Marah, misalnya, termasuk salah satu emosi yang kita miliki, yang sampai batas tertentu adalah positif.
Tetapi bila dilepaskan di sembarang tempat dan waktu, tentu akan berakibat negatid buat diri kita. Di sinilah pentingnya kemampuan mengelola emosi.

7. Jaga norma-norma kejujuran dan integritas
Kita akan bahagia bila bisa jujur pada diri sendiri dan orang lain.
Dengan mampu tampil apa adanya, akan lebih mudah bagi kita untuk merasa bahagia, karena kita tidak harus berpura-pura di hadapan orang lain.

8. Bertanggung jawab atas kinerja pribadi
Sikap sebagai pribadi yang bertanggungjawab akan menjadikan kita sosok yang dapat diandalkan, yang membuat orang lain memberikan respek atau penghargaan.
Hal ini tentu membanggakan dan membahagiakan.

9. Bersikaplah luwes terhadap perubahan
Kalau kita sudah mengenali diri sendiri dan mampu mengelolanya, tentunya sikap luwes akan terpancar dari dalam diri kita.
Keluwesan beradaptasi terhadap segala perubahan akan membawa kita kepada pergaulan yang menyenangkan, sehingga kita bisa diterima di banyak kalangan dalam masyarakat.

10. Bersikaplah terbuka
Terhadap ide-ide serta informasi baru.
Dengan bersikap terbuka, kita dapat senantiasa mengikuti perkembangan zaman.
Kondisi ini jelas akan membuat kita merasa bahagia berada di tengah orang-orang yang mengikuti perkembangan zaman.

*Motivation (dorongan dari dalam diri pribadi)*
Bermanfaat untuk memandu kita mencapai sasaran atau tujuan.

11. Hidupkan dorongan untuk menjadi lebih baik
Dorongan untuk senantiasa menjadi lebih baik daripada sebelumnya akan dapat menjadikan kita terus bergerak dan berkarya.
Dengan demikian, hidup kita akan lebih berwarna, tidak monoton dan membosankan.

12. Tumbuhkan dorongan
Untuk menyesuaikan diri dengan orang lainatau kelompok.
Dorongan ini akan membantu kita menghadapi orang lain atau kelompok dengan kebutuhan yang berbeda-beda.
Di sini diperlukan kemampuan khusus yaitu bagaimana kita bisa mengelola diri untuk bisa menyesuaikan diri dengan keinginan tanpa kehilangan jati diri.

13. Ingatlah, kesempatan tidak datang dua kali
Dengan memiliki dorongan dalam diri kita, kita senantias mempunyai kesiapan untuk memanfaatkan setiap kesempatan.
Hal ini berguna untuk melatih kepekaan terhadap datangnya setiap kesempatan yang tidak akan berulang.
Sehingga tidak akan timbul kekecewaan yang dapat menghambat tercapainya hidup bahagia.

14. Miliki kegigihan dalam mengalahkan hambatan
Dengan memiliki kegigihan hambatan tidak akan dipandang hanya sebagai hambatan.
Namun kita melihatnya sebagai tantangan, sehingga akan kita perjuangkan seoptimal mungkin dengan perasaan sukacita.

15. Pupuklah kemampuan untuk bangkit
Tidak semua usaha mendatangkan kebahagiaan.
Namun bila dorongan di dalam diri berkembang optimal, maka kita akan mampu senantiasa bangkit dari kegagalan, mampu melihat hambatan sebagai tantangan dan harus terus berjuang dalam usaha meraih kebahagiaan.

*Empathy (kesadaran akan perasaan, kepentingan dan keprihatinan orang lain)*
Setelah kita mengenali diri kita. untuk mencapai kebahagiaan kemampuan mengenali orang lain.
16. Berjuanglah memahami orang lain
Untuk mencapai kebahagiaan kita perlu mengembangkan sikap toleransi.
Salah satunya adalah memehami orang lain.
Jangan kita memaksa orang laun memahami diri kita, sedangkan kita enggan memahami orang lain.

17. Ikutlah berperan serta membangun orang lain.
Hal ini meliputi memberi nasihat, bantuan, bimbingan, dan pelatihan yang diperlukan orang lain.
Dengan membangun orang-orang yang berhasildan berprestasi dalam hidupnya dan ini tentu menimbulkan rasa bahagia.

18. Terbuka untuk orang lain
Berarti memiliki perhatian terhadap orang lain dapat terwujud dalam bentuk kepedulian akan kebutuhan, kepentingan, impian, dan harapan orang lain.
Dengan demikian, kita merasa bahagia, karena munculnya kesadaran akan rahmat Tuhan di dalam hidup kita.

19. Asahlah empati
Kita dapat melakukannya antara lain dengan cara menciptakan kesempatan-kesempatan melalui pergaulan dengan berbagai macam orang.
Dengan tidak membatasi diri dalam bergaul, maka kemampuan berempati akan semakin cepat berkembang, dan ini akan mendatangkan kebahagiaan karena keberhasilan di dalam pergaulan.

20. Berusaha memahami keterikatan emosional dalam suatu kelompok.
Dengan memahami hal ini, kita lebih bisa menempatkan diri dalam suatu kelompok, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. bahkan mungkin kita bisa bertindak sebagai penengah di antara dua pihal yang sedang berselisih paham.
Tentulah pengalaman menghadirkan kedamaian ini akan mendamaikan hati kita dan membawa kebahagiaan.

*Social skills (keterampilan bersosialisasi)*
Ketrampilan sosial ini mencakup pula kemahiran menggugah tanggapan yang dikehendaki dari orang lain. Keterampilan ini melibatkan orang lain.
Jadi, selain ketarampilan mengelola hal-hal yang berorientasi pada diri sendiri, untuk dapat meraih kebahagiaan kita juga memerlukan kerja sama dengan orang lain.

21. Latihlah kemampuan persuasi
Kemampuan persuasi merupakan kemampuan untuk memengaruhi orang lain, yang sangat diperlukan dalam sosialisasi.
Dengan demikian, bukan hanya diri kita terus yang harus menyesuaikan diri dengan orang lain, tetapi kita juga dapat membuat orang lain agar menyesuaikan diri dengan kita.
Sikap ini akan membuat suasana nyaman dan perasaan bahagia.

22. Usahakan mendengar dengan terbuka.
Menempatkan diri sebagai pendengar yang netral akan memberikan perasaan bahagia, karena kita merasa sebagai pihak yang dibutuhkan dan dipercaya.

23. Memiliki kemampuan menyelesaikan pendapat.
Kemampuan ini diperlukan dalam kehidupan kita dengan orang lain untuk mencapai kebahagiaan.
Memiliki kemampuan memecahkan permasalahan akan mempermudah kita menghadapi segala situasi.

24. Galilah semangat kepemimpinan
Selain lebih mudah memimpin diri sendiri, memiliki semangat kepemimpinan juga mempermudah kita memimpin teman atau kelompok.
Peranan ini pastilah melahirkan rasa percaya diri, kebanggaan, dan kebahagiaan.

25. Harus bisa bekerja sama
Ini adalah pesan kunci agar kita dapat hidup bahagia.
Kita selayaknya selalu berusaha untuk bisa bekerja sama dengan orang lain, setidaknya dengan orang terdekat kita, yakni pasangan.
Dengan bekerja sama, kita dapat mencapai sebuah tujuan, dan prestasi ini akan menghasilkan kebahagiaan.
posted by .:: me ::. @ 6:44:00 AM   0 comments

Pemimpin adalah S.I.F.A.T
<$BlogDateHeaderDate$>

Pemimpin seharusnya memberikan tauladan yang baik kepada orang yang dipimpinnya, serta mampu untuk memberikan sebesar-besarnya manfaat bagi yang dipimpinnya, memiliki kepercayaan diri yang kuat sehingga membuat nyaman bagi orang yang dipimpinnya, serta menjunjung tinggi keadilan dan kejujuran.

Terdapat lima sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin yaitu :

(S) siddiq (benar) dalam perkataan dan tindakan
(I ) istiqomah (terus menerus) memberkan contoh yang baik serta motivasi yang positif.
(F) fathonah, memiliki kecerdasan dan pemikiran yang kreatif.
(A) amanah, sangat bertanggungjawab pada orang yang dipimpinnya, serta kebijakan/ tindakan yang dia lakukan.
(T) tabligh, memberikan informasi yang baik, serta mendorong kemajuan orang yang dipimpinnya.
posted by .:: me ::. @ 6:46:00 AM   0 comments

Jangan Merasa Diri Lebih Baik dari Orang Lain
<$BlogDateHeaderDate$>
Sebuah kapal karam di tengah laut karena terjangan badai dan ombak hebat.
Hanya dua orang lelaki yang bisa menyelamatkan diri dan berenang ke sebuah pulau kecil yang gersang.
Dua orang yang selamat itu tak tahu apa yang harus dilakukan.

Namun, mereka berdua yakin bahwa tidak ada yang dapat dilakukan kecuali berdoa.
Untuk mengetahui doa siapakah yang paling dikabulkan, mereka sepakat untuk membagi pulau kecil itu menjadi dua wilayah.
Dan mereka tinggal sendiri-sendiri berseberangan di sisi-sisi pulau tersebut.

Doa pertama mereka panjatkan, mereka memohon agar diturunkan makanan.
Esok harinya, lelaki ke satu melihat sebuah pohon penuh dengan buah-buahan tumbuh di sisi tempat tinggalnya.
Sedangkan di daerah tempat tinggal lelaki yang lainnya tetap kosong.

Seminggu kemudian, lelaki yang ke satu merasa kesepian dan memutuskan untuk berdoa agar diberikan seorang istri.
Keesokan harinya, ada kapal yang karam dan satu-satunya penumpang yang selamat adalah seorang wanita yang berenang dan terdampar di sisi tempat lelaki ke satu itu tinggal.
Sedangkan di sisi tempat tinggal lelaki ke dua tetap saja tidak ada apa-apanya.
Segera saja, lelaki ke satu ini berdoa memohon rumah, pakaian, dan makanan.

Keesokan harinya,seperti keajaiban saja, semua yang diminta hadir untuknya .
Sedangkan lelaki yang kedua tetap saja tidak mendapatkan apa-apa.
Akhirnya , lelaki ke satu ini berdoa meminta kapal agar ia dan istrinya dapat meninggalkan pulau itu.

Pagi harinya mereka menemukan sebuah kapal tertambat di sisi pantainya.
Segera saja lelaki ke satu dan istrinya naik ke atas kapal dan siap-siap untuk berlayar meninggalkan pulau itu.
Ia pun memutuskan untuk meninggalkan lelaki ke dua yang tinggal di sisi lain pulau.
Menurutnya, memang lelaki kedua itu tidak pantas menerima berkah tersebut karena doa-doanya tak pernah terkabulkan.

Begitu kapal siap berangkat, lelaki ke satu ini mendengar suara dari langit menggema, Hai, mengapa engkau meninggalkan rekanmu yang ada disisi lain pulau ini?
Berkahku hanyalah milikku sendiri, karena hanya doakulah yang dikabulkan, jawab lelaki ke satu ini.
Doa lelaki temanku itu tak satupun dikabulkan. Maka,ia tak pantas mendapatkan apa-apa.

Kau salah! suara itu membentak membahana. Tahukah kau bahwa rekanmu itu hanya memiliki satu doa. Dan,semua doanya terkabulkan.
Bila tidak, maka kau takkan mendapatkan apa- apa.
Katakan padaku,tanya lelaki ke satu itu.
Doa macam apa yang ia panjatkan sehingga aku harus merasa berhutang atas semua ini padanya? Ia berdoa agar semua doamu dikabulkan.

Renungan:
Kesombongan macam apakah yang membuat kita merasa lebih baik dari yang lain ?
Sadarilah betapa banyak orang yang telah mengorbankan segala sesuatu demi keberhasilan kita.
Tak selayaknya kita mengabaikan peran orang lain, dan janganlah menilai seseorang/sesuatu hanya dari yang terlihat saja.

=============================================
Sumber: DELTA SIESTA [the Inspiration of Indonesia]
posted by .:: me ::. @ 6:22:00 PM   1 comments
:: My Profile ::

... m.y.z.t.e.r.i.o.u.z ...
... click my profile ...
... please don't click ...




Join me on Friendster!

Chat 

With Me
:: Wisdom ::

When we succeed, we are thankful. When we fail, we are also thankful.
The happiness and wealth are in the thankful attitude itself.
[Saat sukses kita bersyukur. Saat gagalpun kita bersyukur.
Sesungguhnya kebagiaan dan kekayaan sejati ada pada rasa bersyukur.]"

Love and attention is power! If all us are willing to share love and attention towards people arounds us, then life will be happier and more meaningfull.
(Cinta dan perhatian adalah kekuatan! Jika setiap hari kita mau memberikan cinta dan perhatian kepada orang-orang di sekeliling kita hidup akan lebih bermakna).

Terkadang manusia terlebih dahulu tenggelam dalam keputusasaannya.
Dengan emosinya mereka mengatakan bahwa masalah yang mereka hadapi sangatlah berat.
Sesungguhnya jika mereka yakin dengan usaha mereka, niscaya Tuhan pasti menjawabnya.

Salah satu cara yang paling efektif untuk memperbaiki diri adalah dengan mengingat dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan.
Karena mungkin saja kesempitan yang dialami saat ini adalah buah dari kesalahan masa lalu dan kita belum memohonkan ampun kepada Allah.

The future is not a result of choices among alternative paths offered by the present, but a place that is created – created first in the mind and will, created next in activity.
The future is not some place we are going to, but one we are creating. The paths are not to be found, but made, and the activity of making them, changes both the maker and the destination.[John Schaar].
:: Recent Post ::
:: Archives ::
:: Menu ::
:: LETTO Fans Blog ::
:: NIDJIholic Blog ::

Click Slide Show
:: Friends ::
:: Games ::
:: Powered By ::

BLOGGER
2006, Ver. 4.0, Design by: Tamtomo~ Email: TamtomoMail~ Please Send Your Comment About Our Blog